Pemprov DKI Percepat Pembangunan PLTSa, Targetkan Masalah Sampah Jakarta Terkendali

By Admin


Ilustrasi PSEL
nusakini.com, Jakarta — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari upaya menekan persoalan sampah ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan optimisme tersebut usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov DKI dan Danantara Indonesia pada Senin, 4 Mei 2026, di Jakarta Pusat.

Menurut Pramono, kerja sama ini mencakup pembangunan dua fasilitas PSEL di Bantargebang, Jawa Barat, serta kawasan Tanjungan (Kamal Muara), Jakarta Utara. Kedua fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 2.500 hingga 3.000 ton sampah per hari.

“Dua lokasi sudah disepakati, yakni Bantargebang dan Kamal Muara,” ujar Pramono di Jakarta Timur, Selasa, 5 Mei 2026.

Selain itu, Pemprov DKI juga tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas serupa di Sunter, Jakarta Utara, serta mengoptimalkan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di Rorotan.

Pramono menjelaskan, fasilitas di Bantargebang akan difokuskan untuk mengolah timbunan sampah lama yang selama ini menumpuk. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah secara bertahap.

Ia menambahkan, jika seluruh fasilitas tersebut beroperasi secara optimal, persoalan sampah Jakarta berpotensi tertangani secara signifikan.

Pemprov DKI saat ini juga tengah menyiapkan tahapan lanjutan, termasuk penunjukan kontraktor dan penyusunan jadwal pembangunan. Pramono menginstruksikan jajarannya untuk mempercepat proses tersebut. (*)